Tugas 2 Bahasa Indonesia Bagian 1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam 10 tahun terakhir, permainan elektronik atau yang kita sering
sebut dengan video game telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini
dapat dilihat di kota-kota besar maupun kecil, banyak sekali game center yang
muncul. Game center itu sendiri tidak seperti halnya warnet ataupun rental
video game, mereka memiliki pelanggan tetap yang lebih banyak daripada warnet
ataupun rental video game. Disamping itu, biaya yang dikeluarkan di game center
ini cenderung lebih murah daripada bermain game di warnet. Inilah yang membuat
game center hampir selalu ramai dikunjungi.
Dewasa ini, gametidak seperti yang dahulu. Jika dahulu game hanya bisa
maksimal dimainkan dua orang, sekarang dengan kemajuan teknologi terutama
jaringan internet, game bisa dimainkan 100 orang lebih sekaligus dalam waktu
yang bersamaan, di seluruh dunia. Bahkan dalam keanggotaan game tertentu sudah
memakai kartu dalam pembayaran game tersebut.
Walaupun game ditujukan untuk berbagai alasan seperti refreshing
maupun bersenang-senang, game juga membawa dampak yang besar terutama pada
perkembangan pola belajar dan prestasi pelajar. Walaupun pelajar dapat bersosialisasi
dalam game dengan pemain lainnya, Game kerap membuat pelajar melupakan tugas
dan kewajibannya.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah definisi game ?
2. Bagaimana perkembangan game ?
3. Apa saja jenis-jenis game itu ?
4. Apa pengaruh game terhadap kehidupan pelajar ?
5. Apa tindakan dari pelajar untuk menghentikan kecanduan
terhadap game yang berlebihan ?
C. Pemecahan Masalah
1. Definisi Game
2. Sejarah dan Perkembangan Game
3. Jenis-Jenis Game
4. Pengaruh Game Terhadap Kehidupan Pelajar
5. Upaya Pelajar untuk Menghentikan Kecanduan Terhadap Game yang
Berlebihan
D. Maksud dan Tujuan
Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah :
1. Melatih pelajar untuk membuat karya tulis ilmiah dengan data-data
yang tepat.
2. Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya pelajar mengenai
peranan game dalam kehidupan sehari-hari.
3. Untuk mengetahui sejarah dan perkembangan game dari awal
keberadaannya hingga sekarang.
4. Memberikan informasi kepada masyarakat khususnya pelajar mengenai
pengaruh game.
5. Melatih pelajar untuk kritis dalam menghadapi kehidupan.
6. Melihat game dari sudut pandang yang berbeda.
7. Memberikan masukan bagi pelajar yang sangat ketergantungan pada
game.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Game
Game berasal dari bahasa inggris yang berarti dasar permainan.
Permainan disini merupakan pengertian kelincahan intelektual ( Intellectual
Playability Game) yang bisa diartikan sebagai tempat keputusan dan aksi
pemainnya. Dalam game, ada target-target yang ingin dicapai oleh pemain.
Target-target inilah yang kemudian membuat para pemain menjadi kecanduan.
Permainan adalah sebuah sistem dimana pemain terlibat dalam konflik
buatan. Disini pemain berinteraksi dengan sistem dan konflik dalam permainan
yang merupakan buatan dari para programmer. Dalam permainan, terdapat peraturan
yang bertujuan untuk membatasi dan menentukan pemain. Permainan bertujuan untuk
menghibur, baik anak-anak maupun orang dewasa. Game atau permainan sebenarnya
penting untuk perkembangan otak. Selain itu, game juga dapat meningkatkan
konsentrasi, melatih memecahkan masalah dengan tepat dan cepat karena
dalam game terdapat berbagai konflik atau masalah yang menuntut kita untuk
menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Tetapi game juga dapat merugikan kita
apabila terlalu sering bermain hingga ketergantungan dan lupa akan segalanya.
Game merupakan bagian yang tak terpisahkan dari keseharian anak,
sedangkan sebagian orang tua menuding game sebagai penyebab nilai anak
turun, anak tak mampu bersosialisasi, dan tindakan kekerasan yang dilakukan
anak. Game juga merupakan salah satu kebutuhan yang menjadi masalah besar bagi
pengguna komputer, karena untuk dapat memainkan game dengan nyaman, semua
komponen komputernya harus memiliki kualitas yang baik, terutama VGA card-nya.
Jadi, sebelum bermain game sebaiknya mengecek terlebih dahulu keadaan komputer.
B. Sejarah dan Perkembangan Game
Tahun 1952, A.S. Douglas membuat OXO, game grafis noughts and crosses
(nol dan silang), di University of Cambridge untuk mendemonstrasikan tesisnya
tentang interaksi komputer dan manusia. Permainan ini bekerja pada komputer
besar yang menggunakan CRT display. Bahkan, perangkat game portable genggam
yang pertama dibuat adalah Tic Tac Toe di tahun 1972 oleh Waco Company. Sampai sekarang
game ‘jadul’ ini masih populer di internet. Kalau kita menoleh ke belakang,
tahun 1947 dipercaya sebagai tahun pertama di mana game didesain untuk
dimainkan dengan layar CRT (cathode ray tube). Game sederhana dirancang oleh
Thomas T. Goldsmith Jr. dan Estle Ray Mann.
Aplikasi ini mendapatkan paten tanggal 14 Desember 1948. Sistem yang
dibuatnya terdiri dari 8 vacum tubes dan menyimulasikan peluru ditembakkan pada
target, terinspirasi dari display radar pada Perang Dunia II. Diyakini bahwa
ini adalah sistem pertama yang secara spesifik didesain untuk game pada layar
CRT.
Banyak yang menyebutkan bahwa penemu video game adalah William
Higinbotham. Tahun 1958 menciptakan game Tennis for Two pada osiloskop. Game
ini menampilkan lapangan tenis sederhana dipandang dari samping..
Tahun 1972 dirilis perangkat video game pertama untuk pasar rumahan,
Magnavox Odyssey, dihubungkan dengan televisi. Meski tidak sukses besar,
perusahaan lain dengan produk yang sama harus membayar lisensi. tetapi,
kesuksesan menjemput sejak Atari meluncurkan Pong sebuah video game ping-pong
pada 29 November 1972. Berawal dari sini, video dan komputer game menjadi
populer dan hobi baru di saat PC baru saja mulai dikenal dan dipakai secara
luas.
Perkembangan game komputer dan video game yang kian memanjakan para
pemainnya dengan teknologi-teknologi modern merupakan poin menarik untuk
dicermati. Meski sejarah video game dan game komputer mencakup rentang waktu
sekira lima dekade, keduanya meraih popularitas sebagai bagian dari peradaban manusia
modern di akhir tahun 1970.
Meski baru di pertengahan sampai akhir 1980-an game yang muncul di
pasaran hadir dengan fungsi scrolling atau virtual paging, hadirnya produk
monitor warna di awal tahun 1980-an membuat para penggila game makin antusias,
sehingga perpindahan suasana game dari halaman ke halaman lain menjadi lebih
hidup.
Awal tahun 1980-an ditandai dengan hadirnya media penyimpan CD-ROM
yang dalam waktu singkat menjadi populer. Era game 3 dimensi (3D) dengan
perspektif orang pertama dan multiplayer game mulai muncul di era ini. Suara
dan musik semakin berkembang di pertengahan 1980-an seiring dengan hadirnya
produk sound card. Jadi, memang terasa bahwa pasar game komputer semakin
berkembang sejalan dengan perkembangan teknologi pendukungnya.
Industri game yang masih berdiri kokoh sampai hari ini memegang dua
pasar besar yaitu video game dan game komputer. Dan tak diragukan, game
komputer memang lebih banyak item judulnya karena dengan perangkat standar
hampir semua game produksi pihak ketiga bisa dimainkan di PC. Sedangkan untuk
pasar video game, didominasi oleh pemilik standar, siapa lagi kalau bukan Sony
dengan Play Station, Microsoft dengan Xbox 360, dan Nintendo.
Yang menarik, game komputer telah berkembang ke arah Network
Multimedia Game, di mana banyak pemain dari lokasi yang saling berjauhan
berinteraksi satu sama lain secara real time dalam satu jaringan komputer.
Sebut saja misalnya Quake III Arena yang pernah membuat demam kampus sekira
tahun 2001 lalu.
Sebuah Gaming PC berbasis prosesor terbaru (Core2 Duo) dan menggunakan
generasi videocard terkini (Geforce 8800GTS) memang akan menelan biaya nyaris
2X harga XBOX 360, namun Gaming PC tersebut memiliki fungsi yang 7X lebih
banyak dibanding sebuah game console. Dan perlu diingat bahwa tampilan game di
Gaming PC tersebut jauh lebih baik dibanding di XBOX 360.
C. Jenis-jenis Game
Jenis game berdasarkan alat yang digunakan :
1.Arcade games :
Game yang sering disebut ding-dong di Indonesia, biasanya berada di
daerah khusus dan memiliki box atau mesin yang memang khusus di design untuk
jenis video games tertentu dan tidak jarang memiliki fitur yang dapat membuat
pemainnya lebih merasa “masuk” dan “menikmati”, seperti pistol, kursi khusus,
sensor gerakan, sensor injakkan dan stir mobil (beserta transmisinya tentunya).
2.PC Games :
yaitu video game yang dimainkan menggunakan Personal Computers.
3.Console games :
yaitu video games yang dimainkan menggunakan console tertentu, seperti
Playstation 2, Playstation 3, XBOX 360, dan Nintendo Wii.
4. Handheld games:
yaitu game yang dimainkan di console khusus video game yang dapat
dibawa kemana-mana, contoh Nintendo DS dan Sony PSP.
5.Mobile games:
yaitu game yang dapat dimainkan atau khusus untuk mobile phone atau
PDA.
Jenis game berdasarkan jenis permainannya :
1. Aksi – Shooting :
video game jenis ini sangat memerlukan kecepatan refleks, koordinasi
mata-tangan, juga timing, inti dari game jenis ini adalah tembak, tembak dan
tembak.
2. Fighting ( pertarungan ) :
Inti dari game ini adalah penguasaan jurus. Pemain dituntut utuk
mengenali setiap karakter tokoh lawan main yang ada di dalamnya. Contohnya pada
game Seri Street Fighter, Tekken, Mortal Kombat, Soul Calibur dan King of
Fighter.
3. Aksi – Petualangan :
Game ini telah berkembang hingga menjadi genre campuran action
beat-em up, dan sekarang, di tahun 2000 an, jenis ini cenderung untuk
memiliki visual 3D dan sudut pandang orang ke-tiga. Tomb Rider, Grand Theft
Auto dan Prince of Persia termasuk didalamnya.
4. Petualangan :
Bedanya dengan jenis video game aksi-petualangan, refleks dan
kelihaian pemain dalam bergerak, berlari, melompat hingga memecut atau menembak
tidak diperlukan di sini. Video Game murni petualangan lebih menekankan pada
jalan cerita dan kemampuan berpikir pemain dalam menganalisa tempat secara
visual, memecahkan teka-teki maupun menyimpulkan rangkaian peristiwa dan
percakapan karakter hingga penggunaan benda-benda tepat pada tempat yang tepat
5. Simulasi, Konstruksi dan manajemen :
Game jenis ini menggambarkan sesuatu dalam dunia nyata seperti
membangun rumah, gedung hingga kota, mengatur pajak dan dana kota hingga
keputusan memecat atau menambah karyawan. Video Game jenis ini membuat pemain
harus berpikir untuk mendirikan, membangun dan mengatasi masalah dengan
menggunakan dana yang terbatas. Contoh: Sim City, The Sims, Tamagotchi.
6. Role Playing :
Game jenis ini sesuai dengan terjemahannya, yaitu bermain peran.
Memiliki penekanan pada tokoh di dalam permainan, yang biasanya adalah tokoh
utama dalam cerita itu. Seperti Final Fantasy, Dragon Quest dan Xenogears.
7. Strategi.
Kebalikan dari video game jenis action yang berjalan cepat dan perlu
refleks secepat kilat, video game jenis strategi, layaknya bermain catur,
justru lebih memerlukan keahlian berpikir dan memutuskan setiap gerakan secara
hati-hati dan terencana. Video game strategi biasanya memberikan pemain atas
kendali tidak hanya satu orang tapi minimal sekelompok orang dengan berbagai
jenis tipe kemampuan, sampai kendaraan, bahkan hingga pembangunan berbagai
bangunan, pabrik dan pusal pelatihan tempur, tergantung dari tema ceritanya
8. Puzzle
Video game jenis ini sesuai namanya berintikan mengenai pemecahan
teka-teki, baik itu menyusun balok, menyamakan warna bola, memecahkan
perhitungan matematika, melewati labirin, sampai mendorong-dorong kota masuk ke
tempat yang seharusnya, itu semua termasuk dalam jenis ini. Sering pula
permainan jenis ini adalah juga unsur permainan dalam video game petualangan
maupun game edukasi. Tetris, Minesweeper, Bejeweled, Sokoban dan Bomberman.
9. Simulasi kendaraan
Video Game jenis ini memberikan pengalaman atau interaktifitas sedekat
mungkin dengan kendaraan yang aslinya, meskipun terkadang kendaraan tersebut
masih eksperimen atau bahkan fiktif, tapi ada penekanan khusus pada detil dan
pengalaman realistik menggunakan kendaraan tersebut.
10. Olahraga
Game disini dibuat semirip mungkin dengan permainan aslinya, seperti
NBA JAM. Contohnya pun jelas, Seri Winning Eleven, seri NBA, seri FIFA, John
Madden NFL, Lakers vs Celtics, Tony hawk pro skater, dll.
Jenis game berdasarkan kategorinya :
1. Multiplayer Online
Game ini sedang menjadi tren di dalam maupun luar negeri. Karena
pembayarannya online dan melalui voucer, game ini aman dari pembajakan. Contoh:
Ragnarok online, O2jam, World of Warcraft, Ayo Dance, Lineage, Rose online
2. Casual games
Game ini sangat mudah dipelajari. Bahkan bisa langsung dimainkan
begitu dibuka. Jenis game ini biasanya dimainkan hanya menggunakan mouse saja.
Contoh: Diner Dash, Sally Salon, Bejeweled, Zuma, Feeding Frenzy, Insaniquarium.
3. Edugame
Game jenis ini dibuat dengan tujuan spesifik sebagai alat pendidikan,
entah untuk belajar mengenal warna untuk balita, mengenal huruf dan angka,
matematika, sampai belajar bahasa asing. Developer yang membuatnya, harus
memperhitungkan berbagai hal agar game ini benar-benar dapat mendidik, menambah
pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan yang memainkannya. Target segmentasi
pemain harus pula disesuaikan dengan tingkat kesulitan dan design visual
ataupun animasinya. Contoh edugames : Bobi Bola, Dora the explorer, Petualangan
Billy dan Tracy.
4. Advergames
Jenis game yang biasanya mudah dimainkan ini mengusung dan menampilkan
produk atau brand mereka baik secara gamblang maupun tersembunyi. Video game
sekarang telah menjadi sarana beriklan atau membangun brand-awareness
yang efektif. Contoh produk di indonesia yang membuat advergames: A-Mild,
Rexona teens, Axe
D. Pengaruh Game Terhadap Kehidupan Pelajar
Munculnya video game sebagai perkembangan teknologi di era modern ini
tentu perlu disikapi dengan berbagai sudut pandang positif dan negatif menurut
penggunanya. Sebagai manusia yang menerima perubahan, perlu adanya
pembatasan-pembatasan tentang sejauh mana dampak negatif yang diakibatkan.
Kehadiran video game memang mendapatkan apresiasi di kalangan remaja,
khususnya para pelajar. Hal ini dapat menumbuhkan kreativitas dan daya reaksi
selama permainan itu tidak dimainkan selama berulang-ulang.
Akio Mori seorang professor dari Tokyo’s Nihon University melakukan
riset mengenai dampak video game pada aktifitas otak. Dari penelitian Akio Mori
tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat dua point penting yaitu :
Pertama , penurunan aktivitas gelombang otak depan yang memiliki
peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka
cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam
hubungan sosial, tidak konsentrasi dan lain sebagainya.
Kedua , penurunan aktifitas gelombang beta merupakan efek jangka
panjang yang tetap berlangsung meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan
kata lain para gamer mengalami “ autonomic nerves “ yaitu tubuh mengalami
pengelabuan kondisi dimana sekresi adrenalin meningkat , sehingga denyut
jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat. Bila tubuh
dalam keadaan seperti ini maka yang terjadi pada gamer adalah otak mereka
merespon bahaya sesungguhnya .
Dampak positif game online adalah :
1. Membuat Orang Pintar
Penelitian di Manchester University dan Central Lanchashire University
membuktikan bahwa gamer yang bermain 18 jam per minggu memiliki koordinasi yang
baik antara tangan dan mata setar kemampuan atlet.
2. Menambah Konsentrasi
Dr. Jo Bryce Kepala peneliti suatu universitas di Inggris menemukan
bahwa gamer sejati mempunyai daya konsentrasi tinggi yang memungkinkan mereka
mampu menyelesaikan beberapa tugas.
3. Meningkatkan Ketajaman Mata
Penelitian di Rochester University mengungkapkan bahwa anak-anak yang
memainkan game action secara teratur mempunyai ketajaman mata yang lebih cepat
dari mereka yang tidak bermain game.
4. Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris
Riset di Indonesia membuktikan bahwa pria yang mahir berbahasa Inggris
di sekolah atau universitas tanpa kursus adalah mereka yang bermain game.
5. Membantu Bersosialisasi
Beberapa professor di Loyola University, Chicago telah mengadakan
penelitian dan menurut mereka game online dapat menumbuhkan interaksi social
yang menentang stereotif gamer yang terisolasi.
6. Meningkatkan Kinerja Otak dan Membantu Otak dalam Menyerap
Cerita
Bermain game yang tidak berlebihan dapat meningkatkan kinerja otak
bahkan memiliki kapasitas jenuh yang lebih sedikit disbanding belajar dan
membaca buku.
7. Meningkatkan Kecepatan dalam Mengetik
Kebanyakan game online mengharuskan pemain mengetik ketika sedang
berkomunikasi dengan lawan bicara, sehingga hal ini secara tidak langsung akan
membiasakan pemain dalam mengetik.
8. Menghilangkan Stress
Para peneliti di Indiana University menjelaskan bahwa bermain game
dapat mengendurkan ketegangan syaraf.
9. Memulihkan Kondisi Tubuh
Dr. Mark Griffiths psikolog dari Nottingham Trent University meneliti
sejauh mana manfaat game dalam terapi fisik.
Dampak negative dari game akan sangat terasa apabila pemain tidak bisa
mengendalikan diri. Hasil penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Hanover,
Jerman mengatakan game online dapat mengakibatkan kepribadian ganda. Seorang
wanita yang sering bermain game online tiap hari selama 3 bulan dengan
memainkan beberapa tokoh yang berbeda, ternyata tokoh imajinasi itu mengambil
alih kepribadiannya. Sehingga wanita tersebut kehilangan kendali atas
kepribadian dan kehidupan sosialnya.
Dampak negatif game online adalah :
1. Menimbulkan efek ketagihan
2. Membuat orang terisolir dari kehidupan disekitarnya
3. Membuat orang menjadi malas
4. Mengganggu kesehatan
5. Menimbulkan masalah psikologis apabila terlalu dipikirkan
6. Mengganggu kehidupan di dunia nyata
7. Pemborosan apabila kecanduan game online
E. Upaya Pelajar untuk Menghentikan Kecanduan Terhadap Game yang
Berlebihan
Banyak dari pelajar yang telah kecanduan terhadap game mengaku susah
sekali untuk menghentikan hal ini. Berikut ini adalah cara-cara untuk
mengehentikan rasa kecanduan tersebut.
1. Menyibukkan diri dengan hal-hal baru. Contohnya seperti membuat
janji dengan teman untuk mengadakan suatu acara yang banyak menyita waktu.
2. Saat berada di tempat game sebisa mungkin membuat diri tidak
nyaman. Seperti duduk di kursi yang panas, atau memilih komputer yang
rusak.
3. Saat ingin bermain game, sebaiknya mengatakan hal ini kepada orang
yang dirasa paling dekat Sehingga orang itu dapat melarang agar tidak
bermain game.
4. Melakukan hal-hal nyata seperti yang ada dalam game. Misal game
sepakbola, pemain lebih baik langsung bermain sepakbola di lapangan.
5. Niat tidak ingin main game. Hal ini adalah cara paling ampuh karena
hanya diri sendiri yang mengetahui dan mampu mengendalikan.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Game telah mengalami perkembangan yang pesat, baik game online ataupun
video game sama-sama memiliki peminat yang besar. Game memang mempunyai banyak
manfaat bagi pelajar untuk menunjang daya pikirnya. Namun bila dalam pemakaian
tidak dikontrol dapat mengakibatkan kebiasaan dan menimbulkan manfaat buruk
nantinya.
http://contohsimpel.blogspot.com/
B. Saran
Berdasarkan pembahasan masalah yang ada diatas, disarankan bagi pelajar
agar :
- Mengurangi intensitas bermain game
- Mencari kesibukan lain agar terlepas dari kecanduan bermain game
- Meningkatkan prestasi akademik
- Berhati-hatilah dengan radiasi media visual video game, karena bisa mengganggu kerja tubuh dan otak
- Pintar memilih waktu dan jenis permainan, yang lebih edukatif
DAFTAR
PUSTAKA
Analisis:
Karangan ilmiah ini termasuk karangan yang berfikir secara deduktif.
Karena kalimat utama pada pembahasannya berada diawal kalimat. Di bagian
pembahasan, Game disebut sebagai dasar permainan. Pada kalimat selanjutnya
terdapat penjelasan mengenai permainan yang di maksud. Game disini disebut
sebagai pernyataan umum yang selanjutnya disusul dengan penjelasan khusus
mengenai game tersebut. Pada setiap paragrafnya selalu di akhiri dengan
penjelasan.
Komentar
Posting Komentar